Kamis, 01 Maret 2012

TAHAP-TAHAP PENELITIAN SEJARAH

Sebagai disiplin ilmu, sejarah memiliki metode dalam penelitian. Metode berarti cara, jalan atau petunjuk pelaksanaan (petunjuk teknis). Metode berbeda dengan metodologi, karena metodologi adalah ilmu tentang metode (science of methods), yang berarti ilmu yang membicarakan tentang metode-metode atau cara-cara itu sendiri. Metode yang digunakan dalam ilmu sejarah lazim disebut metode sejarah (histories method).
Louis Gottschalk menjelaskan, metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Sedangkan rekonstruksi yang imajinatif daripada masa lampau berdasarkan data yang diperoleh dengan menempuh proses itu disebut historiografi. Dengan metode sejarah dan historiografi, seorang sejarawan melakukan suatu kegiatan untuk mengumpulkan, menguji dan menganalisa secara kritis data yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan masalampau itu, kemudian berusaha untuk merekonstruksikan daripada masalampau umat manusia menjadi suatu kisah sejarah.
Dalam upaya untuk merekonstruksi masa lampau umat manusia, ilmu sejarah memiliki metode yang standard yang harus dilakukan oleh seorang sejarawan. Berikut disajikan prosedur atau tahap-tahap kegiatan dalam penelitian sejarah.

1. Heuristik
Setelah seorang peneliti menentukan atau memilih topik yang menarik minatnya untuk diselidiki dan memang layak untuk diselidiki, sebagai tahap pengantar setidak-tidaknya ia hanya perlu menanyakan empat perangkat pertanyaan:
a.Perangkat pertanyaan yang pertama bersifat geografis. Yang menjadi fokus adalah pertanyaan: “Where?" (Dimana?). Wilayah mana yang akan saya selidiki? Asia Tenggara? Negeri saya? Jawa? Kota saya? Kampung saya?
b.Perangkat pertanyaan kedua bersifat biografis. Yang menjadi fokus adalah pertanyaan: "Who?" (Siapa?). Saya menaruh minat kepada siapa? Orang Tionghoa? Tetangga saya? Seorang tokoh terkenal?
c.Perangkat pertanyaan ketiga bersifat kronologis. Yang menjadi fokus adalah pertanyaan: “When?" (Kapan/Bilamana?) Periode yang mana yang ingin saya pelajari? Masa Pengaruh Islam di Indonesia? Tahun 1922-1930, Tahun yang lalu?
d.Perangkat pertanyaan keempat bersifat fungsional atau okupsional. Yang menjadi fokus adalah pertanyaan: “What?" (Apa?). Lingkungan manusia yang mana yang paling menarik minat saya? Kegiatan manusia jenis apa? Politik? Ekonomi? Militer?

Jawaban atas keempat perangkat pertanyaan tersebut akan memberikan pandangan kepada sejarawan mengenai batas-batas daripada minat sejarahnya.
Setelah memilih sesuatu pertanyaan untuk dibahas, maka seorang peneliti mulai untuk mencari informasi yang akan memungkinkannya untuk menjawab pertanyaan itu. Upaya untuk mencari dan mengumpulkan bahan-bahan sumber (sumber sejarah), baik berupa sumber tertulis, lisan atau benda ini merupakan suatu tahap yang disebut dengan heuristik.

2. Verifikasi
Bahan-bahan sumber yang telah terkumpul kemudian diadakan penilaian (verifikasi). Verifikasi dimaksudkan untuk menentukan otentisitas dan kredibilitas daripada bahan-bahan sumber tersebut. Untuk mendapatkan sumber-sumber yang otentik dan kredibel diadakan kritik sumber.

Kritik sumber dilakukan melalui dua cara, yaitu:
a. Kritik Ekstern, digunakan untuk menguji apakah data tersebut otentik (asli/sejati) atau palsu, yakni dengan meneliti tanggal pembuatan, siapa pembuatnya, dan bukti-bukti yang mendukung pembuatannya seperti bentuk huruf, ejaan, tinta atau alat tulis, bahan yang dipakai dan bahasanya.
b. Kritik Intern, digunakan untuk menguji bagaimana nilai pembuktian yang sebenarnya dari isinya atau berusaha untuk menetapkan kesahihan (validity) dan dapat dipercaya atau tidak isi dari sumber itu (credibility).

3. Interpretasi
Interpretasi merupakan suatu penafsiran terhadap suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa sejarah. Sumber-sumber yang telah diperoleh dan diuji tentang otentisitas dan kredibilitasnya, maka akan diperoleh fakta-fakta sejarah. Fakta-fakta itu kemudian diinterpretasikan atau diberi penafsiran sehingga akan diperoleh penyajian yang bermakna dan saling hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain.

4. Historiografi
Kemampuan mencari, menemukan dan menguji sumber-sumber, sehingga mana yang bisa dianggap “fakta sejarah” yang secara historis benar, bisa ditemukan, maka penulisan adalah puncak segala-galanya. Sebab apa yang dituliskan itulah sejarah, yaitu histoire-recite (sejarah sebagaimana ia dikisahkan), yang mencoba menangkap dan memahami histoire-realite (sejarah sebagaimana terjadinya). Dan hasil penulisan sejarah inilah disebut historiografi. Dengan kesadaran teoretis yang tinggi serta imajinasi historis yang baik, akan diperoleh kemampuan menyusun fakta-fakta ke dalam suatu uraian yang sistematis, utuh dan komunikatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar